Tanggal 19 mei lalu….. pas lagi buka situs http://tangerang.linux.or.id wahhh expired ternyata…

ya udah terpaksa deh di aktif lagi, pake cara manual ah :) berikut langkah-langkahnya:

backup database dengan perintah berikut
hosting02# tar -cvf kpli_tng1.tar kpli_tng1/
zip file db yang sudah backup dengan printah
hosting02# gzip -9 kpli_tng.tar
Pindahkan file db zip file ke :
hosting02# mv *.tar.gz /home/syukrie2007/
masuk lagi ke direktori:
hosting02# cd home/vhosts
backup hosting :
hosting02# tar -cvf tangerang.linux.or.id.tar tangerang.linux.or.id/
zip file hosting
hosting02# gzip -9 tangerang.linux.or.id.tar
pindahkan file backup ke:
hosting02# mv tangerang.linux.or.id.tar.gz /home/syukrie2007/
buat lagi hosting untuk domain tangerang.linux.or.id dari control panel, hapus hosting yang lama.  repot juga yak
lalu ekstrak file db yang sudah dibackup
hosting02# tar xvfz kpli_tng1.tar.gz

ya itu berangkali cara-caranya abis males nulisnya

Hari-hari kulalui saat ini terasa semakin panjang :) . Biasanya bergumul dengan coding dan target yang harus dipenuhi, sekarang sudah tidak lagi, karena proyek-proyek sudah kelar dan training-training perusahaan juga sudah kelar. Inilah waktu yang tepat untuk menulis lagi yang sudah terbengkalai karena tidak selesai-selesai nulis bukunya sampe-sampe saya malu juga dengan pihak penerbit.
Memang saya akui bahwa menulis adalah satu kegiatan positif untuk meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan isi kepala kita kepada orang lain. Dan ini sangat sulit bagi sebagian orang yang mungkin memang belum terbiasa dalam dunia tulis menulis. Pengalaman saya pribadi menulis butuh konsentrasi dan harus fokus. Nah biasanya paling enak menulis itu adalah pada saat malam hari dimana suasana hening membuat kita menjadi lebih tenang, rileks dan imajinasi kita semakin peka. Namun kadang saya mengalami sesuatu rasa malas. Terkadang untuk menuliskan satu kata saja rasanya sulit sekali. Ini yang terkadang menjadi kendala dalam menulis . Mungkin rasa mud, perlu dibangun agar kosentrasi dan rasa malas hilang dari kita.
Ya udah kalo sudah malas mau diapain kadang ditinggalin aja. Seperti yang sekarang saya alami. Ada dua buku yang sedang saya tulis namun satu pun belum kelar. Gimana ini? kapan mau maju ini jika begini terus?

cerita ini berawal ketika saudara saya pergi ke salah satu pasar swalayan di bilangan tangerang, dan sekaligus mengambil uang di ATM. Ketika itu ada bapak-bapak separuh baya yang menanyakan alamat ke saudara saya. Pada saat itu saudara saya langsung di pegang tangannya, dan langsung diajak ke mobil untuk diminta tolong mencari alamat. Sambil diajak mutar-mutar penipu bercerita bahwa dia juga ingin menyalurkan dana ke yayasan al-azhar, namun uangnya dalam bentuk dolar dan dia ingin menukarkannya. Nah pada saat itu saudara saya langsung ditanyakan uang di atm ada tidak, dia ingin sekali menukar uang 3000 dolarnya. Lalu diajaklah saudara saya ini ke ATM. nah disitulah dikuras semua uangnya dan satu cicin kawin raib. Pada saat itu juga dia menukarkan uang dolar yang dimasukkan ke dalam amplop dan diberikan ke saudara saya. Dengan senang hati dia menarima karena memang dia melihat sendiri uang dolar yang dimasukkan ke dalam amplop sesampai dirumah ternyata ketika dibuka amplopnya uang berubah menjadi 3000 rupiah.

Hati-hati dengan modus penipuan dengan pura-pura bertanya alamat lalu diajak untuk mencari alamat dan dengan alasan ingin menukar uang dolar dengan alasan ingin menyumbangkan ke yayasan. Dan ingat juga ciri-ciri orang tersebut mata sipit, bentuk tumbuh agak gemuk pendek dan logat melayu…..
Jika anda dan siapa saja yang menemukan orang seperti itu hati-hati bisa saja anda menjadi target selanjutnya. dan biasanya dia beroperasi didaerah swalayan dekat ATM yang pengunjungnya tidak terlalu ramai.

Mohon berita ini disebarkan agar tidak terjadi hal yang serupa dan kepada aparat mohon orang-orang ini ditangkap karena sangat berbahaya.

Tulisan ini berawal ketika saya mendatangi galery ESIA PT. Bakrie Telecom jl. Rasuna Said Kuningan Jakarta. Kurang lebih jam 12 siang saya akhirnya tiba di Counter ESIA, niatnya sih ingin mencari informasi tentang WIMODE mana tau ada peluang bisnis yang bisa saya dapatkan, memang sih pengennya jadi diler WIMODE, sebab ada beberapa client saya yang ingin menggunakan koneksi internet wireless.
oke langsung aja, Nah ceritanya begini di saat saya menunggu marketing wimode di bagian reseptionis ada seorang bapak-bapak, saya lihat dari penampilan dan name card yang dia kenakan, dia adalah karyawan PT. Bakrie. Kebetulan saya berada di dekat kasir sehingga pembicaraan yang berlangsung antar kasir dan bapak itu cukup jelas terdengar oleh saya. Yang menarik dari pembicaraan tersebut adalah kurang lebih seperti ini:
Si Bapak: mbak betul di sini tempat layanan pembayaran telepon?
Si Mbak Kasir: Betul Bapak, ada yang bisa saya bantu?
Si Bapak: Begini mbak, saya ingin membayar tagihan telepon saya, namun sebelumnya saya mau tanya dulu apakah sudah dibayarkan oleh perusahaan tagihan saya?
Si Mbak: Sebentar bapak, saya cek dulu ya. Sepertinya belum Pak.
Si Bapak: oke, kalo begitu saya bayar, berapa tagihannya?
Si Mbak: 750 ribu bapak, mau bayar cash atau pake kartu?
Si Bapak: Pake kartu aja, oh ya lain kali jika perusahaan yang membayar jangan di terima ya Mbak, Masak saya yang pake untuk pribadi perusahaan yang bayar. itu kan namanya korupsi. “Sambil tersenyum dia berkata seperti itu”.
Si Mbak: ya, pak.
Si Bapak: Oh ya, kalo saya sudah bayar berarti perusahaan sudah tidak bisa bayar lagi kan?, Masak bayar dua kali iya kan?
Si Mbak: betul, Bapak.

Nah dari pembicaraan tersebut. Saya berkesimpulan seandainya setiap orang punya sifat seperti bapak yang saya tuliskan di atas, tentunya negara dan bangsa ini akan makmur dan sejahtera karena tidak ada lagi korupsi yang mengakibat rakyat menderita dan negara kita menjadi negara yang dicap terkorup di dunia.

Muhammad Syukri
CEO ARETANET.COM

Mungkin sebagian dari Anda pernah mengalami hal serupa seperti yang saya alami ketika menggunakan Fedora Core 6, error pada display alias tidak bisa masuk ke X Window. Instalasi Fedora Core 6 berhasil dengan sukses namun run level 5 tidak dapat diakses. Kita hanya dapat mengakses run level 3, berbasis Shell saja. Ini bisa terjadi disebabkan FC 6 tidak mampu meload driver vga yang kita gunakan, atau mungkin secara default setting X11 yang berupa file xorg.conf secara default menset 24 bit sehingga layar monitor menampilkan pesan out of range. Ini saya alami beberapa kali instalasi baik di PC maupun di laptop. Kasus yang akan saya tuliskan ini adalah bagaimana cara melakukan setting atau bermain-main dengan file xorg.conf secara manual tanpa menggunakan tools seperti system-config-display di FC 6. Menurut saya melakukan konfigurasi secara manual, kita memiliki kendali penuh terhadap apa yang akan kita lakukan. Namun juga beresiko bagi yang masih awam, namun saya kira tidak menjadi persoalan karena kita dapat membackup file yang akan dikonfigurasi terlebih dahulu sebelum melakukan perubahan pada file xorg.conf, sehingga jika terjadi hal yang tidak diinginkan atau error kita bisa kembali ke file semula.
Oke, saya kira kita langsung saja pada kasus yang akan saya kemukakan, pada kasus ini saya menggunakan laptop IBM Thinkpad seri T22 dengan VGA Card jenis SAVAGE. Berikut langkah-langkah:
1. Login sebagai root, lalu edit file xorg.conf di direktori /etc/X11/xorg.conf
[root@localhost ~]# vi /etc/X11/xorg.conf

2. Ada beberapa parameter yang perlu di-edit seperti terlihat pada contoh berikut:
Section “Monitor”
Identifier “Monitor0″
ModelName “Monitor 1024×768″
HorizSync 31.5 - 57.0
VertRefresh 50.0 - 70.0
Option “dpms”
EndSection
Pada Section “Monitor” di atas kita dapat menentukan Model Monitor yang kita gunakan, Vertical dan Horizontal Monitor seperti pada setting-an di atas.

Section “Device”
Identifier “Videocard0″
Driver “savage”
EndSection

Section “Device” pada paramater ini untuk menentukan VGA card yang kita gunakan dengan menuliskan jenis driver-nya. Terlihat di atas Driver diset “Savage” ini contoh pada laptop IBM T22 yang saya gunakan.

Section “Screen”
Identifier “Screen0″
Device “Videocard0″
Monitor “Monitor0″
#DefaultDepth 16 # Default Depth kita beri tanda # agar tidak di eksekusi
SubSection “Display”
Viewport 0 0
Depth 24
Modes “1024×800″
EndSubSection
EndSection

Pada Section di atas, merupakan paramater untuk menentukan Screen layar monitor yang digunakan. Kita juga bisa menentukan SubSection-nya seperti Display dengan mendefinisikan Depth atau kedalaman Pixel-nya 24, Modes Resolusi-nya 1024×800.

Setelah Konfigurasi di atas dilakukan, simpan file konfigurasinya. Lalu restart X window-nya, bisa dengan perintah:
[root@localhost ~]# /etc/init.d/xfs restart

Coba kembali lakukan perintah startx pada terminal:
[root@localhost ~]# startx

Jika sukses, tentunya anda sudah masuk ke lingkungan X Window. Namu jika belum berhasil juga, Anda bisa mengamati file log yang berada di /var/log berikut contohnya.
[root@localhost ~]# tail -f /var/log/Xorg.0.log

Contoh tampilan log file Xorg.0.log, laptop saya yang berhasil dikonfigurasi.
(==) : Protocol: “Auto”
(**) Option “CorePointer”
(**)
: Core Pointer
(==)
: Emulate3Buttons, Emulate3Timeout: 50
(**)
: ZAxisMapping: buttons 4 and 5
(**)
: Buttons: 9
(II) XINPUT: Adding extended input device “
” (type: MOUSE)
(II) XINPUT: Adding extended input device “Keyboard0″ (type: KEYBOARD)
(–)
: PnP-detected protocol: “ExplorerPS/2″
(II)
: ps2EnableDataReporting: succeeded

Contoh pesan error log file Xorg.0.log ketika mengalami error saat terjadi kesalahan konfigurasi.
X Window System Version 7.1.1
Release Date: 12 May 2006
X Protocol Version 11, Revision 0, Release 7.1.1
Build Operating System: Linux 2.6.9-34.ELsmp i686 Red Hat, Inc.
Current Operating System: Linux localhost.localdomain 2.6.18-1.2798.fc6 #1 SMP Mon Oct 16 14:37:32 EDT 2006 i686
Build Date: 04 October 2006
Build ID: xorg-x11-server 1.1.1-47.fc6
Before reporting problems, check http://wiki.x.org
to make sure that you have the latest version.
Module Loader present
Markers: (–) probed, (**) from config file, (==) default setting,
(++) from command line, (!!) notice, (II) informational,
(WW) warning, (EE) error, (NI) not implemented, (??) unknown.
(==) Log file: “/var/log/Xorg.0.log”, Time: Thu Sep 20 07:43:49 2007
(==) Using config file: “/etc/X11/xorg.conf”
Parse error on line 66 of section Screen in file /etc/X11/xorg.conf
Unexpected EOF. Missing EndSection keyword?
(EE) Problem parsing the config file
(EE) Error parsing the config file

Fatal server error:
no screens found
(WW) xf86CloseConsole: KDSETMODE failed: Bad file descriptor
(WW) xf86CloseConsole: VT_GETMODE failed: Bad file descriptor

3. Terakhir, editlah file /etc/inittab agar ketika di boot ulang, kita langsung masuk ke modus run level 5, berikut contohnya:
[root@localhost ~]# vi /etc/inittab
Edit baris berikut dari “3″ menjadi “5″, tanpa tanda petik.
id:5:initdefault.

4. Untuk uji coba ketikan perintah init 6, ini merupakan perintah reboot sistem.
[root@localhost ~]# init 6

Semoga apa yang saya paparkan di atas bermanfaat.

Salam,
Muhammad Syukri

CEO ARETANET.COM
http://www.aretanet.com
http://blog.aretanet.com

Saat ini kita telah berada di tengah-tengah bulan sya’ban. Sebulan lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Ramadhan merupakan tamu agung yang senantiasa kita harapkan kedatangannya. Karena itu, tentu kita jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri guna menyambutnya.
Sudah kita ketahui bersama, bahwa manusia tidak akan melaksanakan sesuatu dengan baik kecuali jika ia mempersiapkan diri dengan baik pula. Begitupun agar kita mampu melaksanakan semua amalan di bulan Ramadhan, sangat penting kita mempersiapkan diri utuk itu. Kebersihan kita pada bulan Ramadhan akan dipengaruhi sejauh mana kita mempersiapkan diri untuk menyambutnya.
Rasul saw dan para sahabat sangat bersemangat menyambut datangnya bulan Ramadhan. Mereka sangat serius mempersiapkan diri agar bisa memasuki bulan Ramadhan dan melakukan segala amalan di dalamnya dengan penuh keimanan, keikhlasan, semangat, giat dan tidak merasakannya sebagai beban.
Berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut Ramadhan, tamu yang istimewa ini. Persiapan penting yang harus kita lakukan adalah persiapan mental dan ilmu. Mempersiapkan diri secara mental tidak lain adalah mempersiapkan ruhiah kita serta membangkitkan suasana keimanan dan memupuk spirit ketakwaan kita. Cara paling manjur adalah dengan memperbanyak amal ibadah. Dalam hal ini Rasulullah saw telah memberikan contoh kepada kita semua. Nabi saw memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban Ummul Mukmin Aisyah ra menuturkan:
“Aku tidak melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali Ramadhan dan aku tidak melihat beliau lebih banyak berpuasa dibandingkan dengan pada bulan Sya’ban (HR. al-Bukhari dan Muslim)”
Bahkan Rasulullah saw menyambung puasa pada bulan Sya’ban itu dengan puasa Ramadhan. Ummul Mukmin Aisyah ra menuturkan:
“Bulan yang paling Rasul saw sukai untuk berpuasa di dalamnya adalah Sya’ban, kemudian Beliau menyambungnya dengan (puasa) Ramadhan.” (HR. Abu Dawud, an-Nasa’i dan Ahmad).
Beberapa hadis di atas menjelaskan bahwa Rasulullah saw banyak berpuasa pada bulan Sya’ban. Puasa bulan Sya’ban itu demikian penting dan memiliki keutamaan yang besar dari pada puasa pada bulan lainnya, tentu selain bulan Ramadhan.
Sedemikian pentingnya dan utamanya sampai Imran bin Hushain menuturkan, bahwa Rasulullah saw pernah bertanya kepada seorang sahabat:
“Apakah engkau berpuasa pada akhir bulan ini (yakni Sya’ban)?” Laki-laki itu menjawab, “Tidak”. Lalu Rasulullah saw bersabda kepadanya, “Jika engkau telah selesai menunaikan puasa Ramadhan, maka berpuasalah dua hari sebagai gantinya.” (HR. Muslim).
Hadis di atas menunjukkan dengan jelas keutamaan puasa sunnah pada bulan Sya’ban. Lalu apa hikmah dari puasa bulan Sya’ban itu?
Usman bin Zaid pernah bertanya kepada Rasulullah saw:
“Ya Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa pada bulan Sya’ban.” Rasul menjawab, “Bulan itu (Sya’ban) adalah bulan yang dilupakan oleh manusia, yaitu bulan di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal manusia kepada Tuhan semesta alam. Aku suka amal-amalku diangkat, sementara aku sedang berpuasa.” (HR. Abu Dawud dan an-Nasa’i disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).
Rasul saw juga mempromosikan puasa pada bulan Sya’ban itu sebagai persiapan untuk menjalani Ramadhan. Anas ra menuturkan bahwa Nabi saw pernah ditanya:
“Puasa manakah yang paling afdhal setelah puasa Ramadhan?” Rasul menjawab, “puasa Sya’ban untuk mengagungkan Ramadhan”. (HR. at-Tarmidzi).
Walhasil, puasa Sya’ban, di samping akan mendapatkan pahala yang besar dan keutamaan di sisi ALLAH, juga merupakan sarana latihan guna menyongsong datangnya Ramadhan. Al-Hafizh ibn Rajab mengatakan, “Dikatakan tentang puasa pada bulan Sya’ban, bahwa puasa seseorang di bulan Sya’ban itu merupakan latihan untuk menjalani puasa Ramadhan. Hal itu agar ia memasuki Ramadhan tidak dengan berat dan beban. Sebaliknya dengan puasa Sya’ban, ia telah terlatih dan terbiasa melakukan puasa. Dengan puasa Sya’ban sebelumnya, ia telah menemukan kelezatan dan nikmatnya berpuasa. Dengan begitu, ia akan memasuki puasa Ramadhan dengan kuat, giat dan semangat.”
Para ulama salaf dulu sangat memperhatikan pelaksanaan semua amalan-amalan kebaikan pada bulan Sya’ban. Mereka sejak memasuki bulan Sya’ban, telah memperbanyak membaca al-Qur’an, menelaah dan memahami isinya dan men-tadabburi kandungannya. Bahkan habib ibn Abi Tsabit, Salamah bin Kahil dan yang lain menyebut bulan Sya’ban ini sebagai Syahr al-Qur’an.

Wahai kaum Muslim:
Marilah kita gunakan bulan Sya’ban ini untuk introspeksi diri, sejauh mana kita telah bertindak dan bermuamalah sesuai dengan syariah yang telah Allah turunkan. Sudahkah kita pada bulan ini bergegas mempersiapkan diri guna menyambut datangnya Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba? Ataukah kita malah termasuk orang yang melupakan bulan penting ini sebagaimana yang disinggung oleh Rasul saw dalam hadis di atas?
Saatnyalah kita segera mempersiapkan diri sendiri, keluarga dan orang-orang yang ada di sekitar kita guna menyonsong datangnya Ramadhan. Caranya adalah dengan memperbanyak puasa serta membaca al-Qur’an sekaligus menelaah, memahami dan mentadabburi kandungannya.
Kita juga harus giat melakukan shalat malam serta memperbanyak sedekah dan amalan-amalan kebaikan lainnya. Agar kita nanti mampu menjalani Ramadhan dengan penuh makna, hendaknya kitapun menyiapkan program-program amal kebaikan yang akan kita lakukan selama bulan Ramadhan.
Lebih dari itu, bulan Ramadhan adalah bulan ketaatan, didalamnya setiap Muslim dituntut untuk mengikatkan diri dengan seluruh syariahnya. Bulan Ramadhan adalah bulan muraqabah. Sebab shaum yang dilakukan di dalamnya mengajari setiap muslim untuk senantiasa merasa diawasi Allah. Ramadhan juga adalah bulan pengorbanan di jalan Allah. Di dalamnya setiap Muslim dituntut untuk berkorban dengan menahan rasa lapar dan haus demi meraih derajat ketakwaan kepada-Nya.
Takwa adalah puncak pencapaian ibadah shaum pada bulan Ramadhan. Perwujudan takwa secara individu tidak lain adalah dengan melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya. Adapun perwujudan takwa secara kolektif adalah dengan menerapkan syariah Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan oleh seluruh kaum Muslim.
Shaum Ramadhan tentu akan kurang bermakna jika tidak dilanjuti oleh pelaksanaan syariah secara total dalam kehidupan, karena itulah wujud ketakwaan yang hakiki.
Terakhir, guna menambahkan kerinduan dan semangat kita mempersiapkan diri menyonsong Ramadhan, hendaklah kita mengingat dan merenungkan kembali pesan-pesan Rasul saw yang pernah Beliau sampaikan pada akhir bulan Sya’ban. Salman al-Farisi menuturkan, bahwa Rasulullah Saw pernah berkhutbah pada akhir bulan Sya’ban demikian:
“Wahai manusia, kalian telah dinaungi bulan yang agung, bulan penuh berkah, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah telah menjadikan puasa pada bulan itu sebagai suatu kewajiban dan shalat malamnya sebagai sunnah. Siapa saja yang ber-taqarrub di dalamnya dengan sebuah kebajikan, ia seperti melaksanakan kewajiban pada bulan yang lain. Siapa saja yang melaksanakan satu kewajiban di dalamnya, ia seperti melaksanakan 70 kewajiban pada bulan lainnya.
Bulan Ramadhan adalah bulan sabar, sabar pahalanya adalah surga. ia juga bulan pelipur lara dan ditambahkan rezeki seorang Mukmi. Siapa saja yang memberikan makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, ia akan diampuni dosa-dosanya dan dibebaskan lehernya dari api neraka. Ia akan mendapatkan pahala orang itu tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.
Para sahabat berkata, “Kami tidak memiliki sesuatu untuk memberi makan orang yang berpuasa?” Rasulullah saw menjawab: “Allah akan memberikan pahala kepada orang yang memberi makan untuk orang yang berbuka berpuasa meski dia hanya memberi sebutir kurma, seteguk air minum atau setelapak susu.
Ramadhan adalah bulan yang awalnya adalah Rahmah, pertengahannya adalah Maghfirah dan akhirnya adalah Pembebasan dari api neraka. Siapa saja yang meringankan hamba sahayanya, Allah akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka. Perbanyaklah pada bulan Ramadhan empat perkara, dua perkara yang Tuhan ridhai dan dua perkara yang kalian butuhkan. Dua perkara yang Tuhan ridhai adalah kesaksian La ilaha illah Muhammad Rasulullah dan permohonan ampunan kalian kepada-Nya.
Adapun dua perkara yang kalian butuhkan adalah: kalian meminta kepada Allah surga dan berlindung kepada-Nya dari api neraka. (HR. Ibn Khuzaimah dalam Shahih Ibn Khuzaimah dan al-Baihaqi di dalam Syu’ab al-Iman).
Wallahu a’lam bi ash shawab.

Sumber: Al-Islam Edisi 369/Tahun XIV

Kurang lebih dua minggu kedepan kita akan berjumpa kembali dengan bulan yang diagungkan oleh Allah SWT. Itulah bulan Ramadhan. Sebagian orang telah merasakan ‘hawa’ kedatangan bulan Ramadhan. Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari shaum Sya’ban, memperbanyak infak, hingga melakukan amalan shalih lainnya. Namun masih banyak lagi yang belum bahwa bulan Ramadhan segera menghampiri kita. Mereka masih terlena dengan ‘gemerlapnya dunia’, asik memburu ‘kebahagian semu’, duniawi yang tiada berujung, yang justru menjerumuskannya dalam kegelepan dunia dan akhirat. Naudzubillah.
Menjelang bulan Ramadhan, Rasullah SAW senantiasa mengumpulkan para sahabatnya. Rasul kemudian menyampaikan kepada mereka hikmah dan keutamaan Ramadhan dan puasa. Ini dilakukan oleh Rasul dalam rangka mengingatkan kaum muslim akan datangnya bulan pernuh berkah. Beliau memompa semangat para sahabat agar mereka bergembira dan menyongsong sepenuh hati kedatangan bulan Ramadhan. Beliau memberikan pembelajaran dan pemahaman ilmu serta menyiapkan mental para Sahabat, Diantaranya:
1. Memahamkan hakikat rukun dan syarat shaum, Pertama: mengetahui dan menjaga rambu-rambu shaum Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Siapa saja yang menunaikan shaum Ramadhan, kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yang semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya (HR. Ibnu Hibban da Al-Baihaqi)
Kedua: Tidak meninggalkan shaum, walau sehari, dengan sengaja tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariah. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja tidak menunaikan shaum bulan Ramadhan sekalipun sehari tanpa alasan rukhshah atau sakit, hal itu merupakan dosa besar yang tidak bisa ditebus, bahkan seandainya ia menunaikan saum sepanjang masa. (HR. at-Tarmidzi).
Ketiga: Menjauhi hal-hal yang dapat mengurangi atau bahkan menggugurkan nilai shaum. Rasulullah SAW bersabda: “Bukanlah shaum itu sekedar meninggalkan makan dan minum, melainkan pekerti sia-sia dan kata-kata bohong. (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah).
Keempat: Bersungguh-sungguh melakukan shaum dengan menepati aturan-aturannya. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang menunaikan shaum Ramadhan dengan penuh iman dan kesungguhan akan diampuni dosa-dosanya yang pernah dia lakukan (HR. Al-Bukhari, Muslim dan Abu Daud).
2. Tilawah Al-Qur’an
Ramadhan adalah bulan turunya Al-Qur’an. Allah SWT berfirman: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia serta berbagai penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). (QS. Al-Baqarah [2]: 185).
Pada bulan ini Al-Qur’an benar-benar turun kebumi untuk menjadi pedoman manusia dalam menjalankan kehidupannya di dunia. Rasulullah SAW sendiri ketika memasuki bulan ini, bertadarus al-Qur’an bersama malaikat Jibril as. (HR. A-Bukhari dan Muslim).
Hal ini tentu saja dilakukan dengan tetap memperhatikan tajwid dan esensi dasar diturunkannya Al-Qur’an untuk ditadabburi, dipahami dan diamalkan. Allah SWT berfirman:
Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu dengan penuh berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran mendapat pelajaran. (Qs A-Shad [38]: 29).
Pada bulan ini umat Islam harus benar-benar berinteraksi dengan Al-Qur’an untuk meraih keberkahan hidup dan meniti jenjang menuju umat terbaik dengan petunjuk Al-Qur’an. Berinteraksi dengan Al-Qur’an maknanya adalah hidup dalam naungan Al-Qur’an. Caranya adalah dengan tilawah (membaca), tadabbur (memahami), hifzh (menghapalkan), tanfidzh (mengamalkan), ta’lim (mengajarkan) dan tahkim (menjadikannya pedoman hidup).
3. Memberikan makan orang yang berbuka puasa, bersedakah dll.
Salah satu amaliah Ramadhan Rasulullah ialah memberikan ifthar(santapan berbuka puasa) kepada orang-orang yang berpuasa, Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa saja yang meberi makan orang-orang yang berpuasa, ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun (HR. Ahmad, At Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Memberi makan dan sedekah selama bulan Ramadhan ini bukan hanya untuk keperluan ifthar, melainkan juga untuk segala kebajikan. Rasulullah SAW dikenal dermawan dan peduli terhadap nasib umat. Pada bulan Ramadhan, kedermawanan dan kepedulian beliau menonjol lagi. Kebaikan Rasulullah SAW pada bulan Ramadhan melebihi angin yang berhembus karena cepat dan banyaknya.
Dalam sebuah hadis disebutkan :
“Sebaik-baiknya sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan (HR. Al-Baihaqi, Al-Khatib dan At-Tirmidzi).
Kalau kita renungkan, aktivitas menyediakan hidangan ini akan melahirkan rasa saling mencintai antara yang memberi dan yang diberi. Bukankah rasa saling mencintai sesama Muslim merupakan salah satu syarat masuk surga?
Rasulullah SAW bersabda:
“Kalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman dan kalian tidak akan beriman sebelum kalian saling mencintai”. (HR. Muslim).
4. Memperbanyak Zikir, doa dan Istiqfar.
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Hari-hari dan malam-malanya merupakan waktu utama/mulia. Alangkah ruginya jika kesempatan ini tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terutama dengan memperbanyak zikir dan doa. Ada beberapa waktu mustajab yang bisa dijumpai pada bulan Ramadhan, diantaranya: ketika berbuka, orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak, sepertiga malam terakhir sewaktu Allah SWT turun. Dalam sebuah hadis qudsi Allah SWT berfirman sebagaimana hadis Nabi (yang artinya): “Adakah hamba-Ku yang meminta, niscaya Aku memberinya. Adakah hambaku yang memohon ampunan, niscaya Aku mengampuninya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Sebaiknya pada sepertiga malam terakhir ini kita memperbanyak istiqfar: Selalu memohon ampunan pada waktu sahur (QS. Azd-Dzariyaat[51]:18)
Kita juga dianjurkan untuk berzikir, berdoa dan beristiqfar di masjid, yaitu setelah menunaikan shalat shubuh sampai terbit matahari (yang artinya:)
“Siapa saja yang menunaikan Shalat Fajar berjama’ah di masjid, kemudian duduk berzikir hingga terbit matahari, lalu shalat dua raka’at, seakan-akan ia mendapat pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna. (HR. At-Tirmidzi)
6. Itikaf
Diantara amaliah sunnah yang selalu dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam bulan Ramadhan ialah itikaf, yakni berdiam diri di dalam masjid dengan niat beribadah kepada Allah. Ini Beliau lakukan pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan dan terutatama pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Ibadah yang demikian penting ini sering dianggap berat sehingga ditinggalkan oleh kebanyakan orang Islam. Tidak aneh jika Imam Az-Zuhri berkomentar, “Aneh benar keadaan orang Islam. Mereka meninggalkan ibadah itikaf, padahal Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannnya sejak beliau datang ke Madinah hingga beliau wafat di sana”.
5. Memperhatikan aktifitas Sosial dan Jihad.
Amalan Ramadhan Rasul tidak hanya terbatas pada aktifitas ibadah semata. Aktifitas dakwah dan sosialpun tidak luput dari perhatian beliau. Dalam sembilan kali Ramadhan yang pernah beliau alami, misalnya, Beliau justru melakukan ekspedisi dan pengiriman pasukan. Diantaranya: Perang Badar (tahun 2 H), Makkah (tahun 8 H), dan Tabuk (tahun 9 H): mengirimkan 6 askariyah) Pasukan jihad yang tidak secara langsung Beliau pimpin), meruntuhkan berhala-berhala Arab seperti Lata, Manat, dan Suwa, meruntuhkan masjid dhirar dll.
Selain itu sebagai kepala Negara, sebelum bulan Ramadhan tiba (bulan Sya’ban), Rasul SAW mengingatkan rakyatnya untuk mempersiapkan diri dengan baik. Segala aktifitas yang berkaitan dengan munculnya hal-hal yang dapat membatalkan atau bahkan mengurangi pahala berpuasa telah jauh-jauh hari dicegah dan dilarang. Adapun aktifitas yang haram seperti tempat minuman keras, judi, pelacuran, dll bukan hanya dilarang sewaktu Ramadhan saja, tetapi memang diharamkan sejak dari awal. Bukan seperti saat ini. Setiap Ramadhan disibukkan dengan ‘Himbauan’ untuk tidak membuka tempat-tempat yang disinyalir menjadi tempat maksiat, bukan pada pelarangan. Walhasil, kekhusukan Ramadhan jadi ternodai. Anehnya pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa.
Wahai kaum Muslim:
Sungguh, bulan Ramadhan adalah bulan mulia, hendaknya kita mepersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk meraih gelar muttaqin. Amalan-amalan Rasul dan para Sahabat di atas semoga menjadi inspirasi bagi persiapan kita untuk menyonsong bulanRamadhan sehingga bisa lebih baik. Amin.

Sumber: Al-Islam Edisi 370/Tahun XIV

Selama kurang lebih dua bulan ini, saya lebih banyak di rumah bersama dengan anak dan istri. Kegiatan dirumah cukup padat, karena ada beberapa proyek yang harus saya kerjakan. Tidak seperti hari-hari sebelumnya di mana saya harus bangun pagi-pagi sekali dan harus masuk kantor dan berburu bis kota lalu pulang sampai larut malam. Saat ini saya lebih banyak melakukan kerjaan di rumah. Walaupun sebenarnya penghasilan yang saya peroleh tidak pasti namun sangat menyenangkan. Kurang lebih hampir 3 bulan ini saya tidak lagi bekerja sebagai karyawan tetap, saya mengundurkan diri dengan alasan ingin membangun perusahaan sendiri. Berbekal dengan tekad, nekad dan lain-lain yah jadilah melangkah untuk satu tujuan yakni pingin punya perusahaan sendiri.
Saat ini saya sedang mengembangkan unit usaha IT Solutions yang bergerak dibidang Web Hosting, Web Desain dan Pembuatan Software serta Training Center khususnya Linux. Usaha ini saya sudah mulai rintis kurang lebih satu tahun yang lalu namun sempat berhenti dijalan, dan sekarang sedang saya jalankan lagi.
Mungkin ini salah satu langkah yang menurut saya agar dapat membangun suatu unit usaha mandiri yang nantinya akan berkembang menjadi perusahaan yang besar. Itu mimpi saya, semoga mimpi ini menjadi suatu kenyataan karena ada yang bilang mimpi adalah cita-cita yang tentunya akan terwujud dengan kerja cerdas dan kerja keras.

salam,

Muhamamd Syukri
CEO Aretanet Indonesia
www.aretanet.com

Pelan-pelan namun pasti, perusahaan-perusahaan akan migrasi dari Windows ke Linux, karena masalah lisensi dan virus yang banyak ditemukan di sistem operasi Windows. Selama kurang lebih 4 hari, akhirnya selesai juga memigrasikan Perusahaan yang bergerak dibidang Supplier Besi, baja dan alat-alat kontruksi dibilangan jakarta pusat. Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dari migrasi ini yaitu:
1. Dapat menjalankan program aplikasi trading perusahaan yang berjalan di OS Windows ke Linux, program aplikasi yang digunakan menggunakan FoxFro dan Clipper
2. Mengkoneksikan seluruh jaringan ke server Linux dengan samba dan Client menggunakan Sistem Operasi Linux distribusi Mandriva 20007.
3. Menjalankan aplikasi Remote Desktop dengan VNC
4. Instalasi Printer di server dan dishare ke client
5. Sharing Internet menggunakan Proxy Server dan di share ke client

Migrasi dilakukan secara bertahap, dan proses migrasi ini cukup unik, Staff IT sekaligus di training sambil implementasi. Ini dilakukan dengan alasan takut jika setelah berjalan migrasi, tidak ada yang support. Jadi dengan adanya training paling tidak mereka sudah siap jika terjadi sesuatu, mereka dapat memecahkan masalah mereka sendiri. Menurut saya ini sesuatu yang sangat baik. Staff IT atau pengguna akan semakin termotivasi untuk belajar Linux dan ini akan memberikan dampak yang positif untuk perkembangan IT di Indonesia. Berbeda tentunya jika kita melakukan melakukan implementasi tanpa adanya Training, mereka akan tergantung dengan orang lain, misalnya vendor tertentu jika terjadi masalah pada sistem yang mereka jalankan.
Hayo siapa berikutnya yang mau migrasi???

Akhirnya selesai sudah setup file explorer di website aretanet.com. Software file explorer ini saya setup agar memudahkan saya untuk mendistribusikan software dan buku-buku ataupun artikel-artikel yang saya tulis. Rencanya buku-buku ini akan didistribusikan dengan konsep Open Content jadi setiap orang dapat mendownload sacara cuma-cuma di website yang saya sediakan. Alamatnya bisa diakses di http://aretanet.com/syukrie/gfe. Bagi siapa saja yang ingin mendapatkan software ataupun buku-buku bisa memperolehnya di alamat tersebut.

Semoga dengan keberadaan file Explorer ini bisa memberikan manfaat yang banyak bagi orang lain.
Salam Sukses selalu…

Terimakasih.

Muhammad Syukri
———————————
CEO Aretanet Indonesia
http://aretanet.com
IT Solutions

Next Page »